benalla.my.id

Referensi Utama Berita Terkini dan Akurat

Wartawan Tempo Diculik Israel saat Misi Kemanusiaan

Wartawan Tempo diculik Israel saat misi kemanusiaan

TV, Andre Prasetyo Nugroho, baru-baru ini mengirimkan video pesan darurat setelah tentara menculik rombongan 2026 2.0 di perairan Mediterania Timur. Setelah sempat tidak dapat dihubungi, Andre berhasil mengirimkan video berdurasi 53 detik kepada tim Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Dalam video tersebut, Andre mengingatkan bahwa jika pesan ini ditonton, itu berarti ia telah ditangkap oleh rezim Zionis Israel.

Andre menyoroti bahwa penangkapan ini mencerminkan terus berlanjutnya genosida dan pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza. Ia juga menyatakan bahwa gerakan kemanusiaan yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Gaza sering kali mengalami intervensi dan pembajakan oleh tentara Israel. “Ini menunjukkan bahwa rezim ini sudah tidak bisa diampuni lagi,” ujar Andre dalam video tersebut.

Dalam pesannya, Andre juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung gerakan kemanusiaan seperti Global Sumud Flotilla dan tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan. Ia berharap Indonesia terus berjuang untuk isu kemerdekaan Palestina, menegaskan pentingnya solidaritas internasional dalam menjaga hak asasi manusia.

Selain Andre, tentara Israel juga menangkap delapan warga negara Indonesia lainnya, termasuk jurnalis Rahendro Herubowo dari iNews TV, serta Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika. Mereka merupakan bagian dari rombongan GPCI yang bertujuan memberikan bantuan kemanusiaan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menangkap kapal dalam rombongan misi kemanusiaan internasional ini. Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan yang ditahan, serta meminta agar Israel menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, dan Amman untuk memastikan keselamatan para warga negara Indonesia yang terlibat. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemulangan mereka ke tanah air.

Kementerian Luar Negeri juga akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para warga negara Indonesia yang ditahan. Pemerintah menyiapkan langkah kontingensi untuk pelindungan dan percepatan pemulangan jika diperlukan. “Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *